1. Menguasai cara menggambar clean-up dan sisip
Membuat gambar clean up dan sisip
- DESKRIPSI UNIT: Unit ini mendeskripsikan ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memperhalus gambar kunci dan untuk membuat gambar tiga dimensi untuk meyakinkan bahwa laporan kreatif itu sepenuhnya terpenuhi dalam produksi pada industri budaya
1. Adapun
syarat-syarat gambar asli adalah sebagai berikut
- 1. Semua syarat gambar asli yang terdapat pada lembaran-lembaran model, gambar kunci dan instruksi sutradara atau camera sheet.
- 2. Semua lembaran model dikumpulkan yang sesuai untuk referensi.
- 3. Semua gambar kunci yang menunjukkan masalah atau kesalahan menurut orang yang cocok, diperiksa.
- 4. Semua penggalan animasi yang berlawanan dengan camera sheet, yang menunjukkan masalah atau kesalahan pada personil yang relevan, diperiksa
2. Membuat
gambar-gambar asli
1.
Gambar-gambar
asli itu dipastikan dibuat dalam batasan produksi.
2.
Gambar asli disesuaikan
dengan kunci animasi.
3.
Desain yang
disetujui / lembaran-lembaran model dipastikan tercermin persis dalam
gambar-gambar asli yang dianggap sebagai standar yang disepakati.
4.
Semua pecahan
animasi dicopy ke dalam gambar asli dan diberi nomor dengan cermat.
5.
Gambar asli
diidentifikasi dan disimpan dengan aman
6.
Gambar kunci asli
dibagikan kepada personil yang relevan bilamana diperlukan.
7.
Pembetulan pada
gambar asli dilakukan seperlunya setelah berkonsultasi dengan personil yang
sesuai
3. Mengidentifikasi
syarat-syarat gambar tiga dimensi.
- Pemeriksaan gambar kunci asli, yang menunjukkan masalah atau kesalahan dengan orang yang relevan, dilakukan.
- Semua pecahan animasi pada camera sheet, yang menunjukkan masalah atau kesalahan dengan personil yang sesuai, diidentifikasi.
Membuat gambar tiga dimensi.
1.
Gambar-gambar tiga dimensi dipastikan bahwa diproduksi dalam batasan produksi.
2.
Gambar tiga dimensi itu dipastikan bahwa persis menunjukkan:
-Informasi
yang terkandung dalam pecahan-pecahan animasi.
-Kesepakatan
dengan design / lembaran- lembaran
model.
-Persetujuan
standarisasi.
3.
Gambar asli kunci
pada gambar-gambar tiga dimensi dipahami dengan cermat dan akurat.
4.
Diikuti pecahan soundtrack
yang tersedia.
5.
Gambar-gambar
tiga dimensi pada personil yang relevan disediakan bilamana diperlukan.
6.
Gambar tiga
dimensi itu dikoreksi seperlunya setelah berkonsultasi dengan personil yang
relevan2. MENGGABUNGKAN TEKS KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA
TYPOGRAFI
Ilmu yang berkaitan dengan profesi penata aksara dipercetakan atau seniman-seniman yang bekerja pada perusahaan aksara (Type Foundry). Secara
ilmiah: seni dan teknik dalam merancang maupun menata aksara dalam
kaitannya untuk menyusun publikasi visual, baik cetak atau non cetak.
ANATOMI AKASARA
Aspek yang harus diperhatikan :
- Dimensi fisik (ukuran lebar, tinggi)
- Dimensi bentuk, kontruksi, penampilan
Pengelompokan Aksara Menurut Kaitnya
1. Aksara Sherif
Memiliki garis-garis kecil yang disebut Counterstroke pada semua ujung letter.
Lebih
dikenal legible & readeble karena garis horisontal pada
masing-masing kaki aksara untuk menuntun pandangan mata pada baris teks
yang dibaca.
Jenis huruf yang terkenal adalah TIME ROMAN, pertama kali diciptakan oleh koran “The Times of London” pada tahun 1930-an
2. Aksara Sans Serif
Aksara tanpa serif (kait), dalam bahasa Prancis sans berarti tanpa.
Muncul sekitar akhir abad 19, banyak dipakai oleh seniman-seniman modern.
Memiliki sifat streamline, fungsional dan kontemporer.
Yang termasuk font jenis Sans Serif adalah Futura, Avantegrade dll.
Pengelompokan Aksara Menurut Kemiripan Anatominya
1. Aksara Roman
Cirinya mempunyai ketebalan aksara yang tidak sama, ada yang tebal dan yang tipis.
Beberapa
ahli mendefiniskan aksara roman sebagai aksara standart dalam sebuah
type family, yang ketebalan, lebar & kemiringannya maupun
karakteristik lainnya.
2. Aksara Gothic
Memiliki bagian yang ketebalannya sama.
3. Aksara Text
Aksara yang memiliki ketebalan garis-garis yang ringan serta tidak memiliki wajah yang terlalu lebar.
Dipergunakan sebagai body teks.
Banyak dipakai dalam dunia grafis dan penerbitan.
4. Aksara Block
Memiliki ketebalan stroke yang tampak.
Untuk penulisan judul, display dll.
Tergolong pada family dengan predikat heavy, bold ataupun extra bold.
5. Aksara Script
Diambli dari tulisan tangan.
Dalam perkembangannya tidak semua tulisan tangan termasuk script.
6. Aksara Italic
Aksara yang strokenya tidak berdiri tegak, miring kekanan.
Selain Italic dalam typografi juga dikenal istilah Oblique (Prancis).
3. Melakukan Instalasi Sistem Operasi Dasar
2.1 Menjelaskan
Langkah Instalasi Sistem Operasi
a. Fungsi Dasar
Sistem komputer pada dasarnya
terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi,
sistem-operasi, dan pengguna.
Sistem operasi berfungsi untuk
mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program
aplikasi serta para pengguna. Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam
suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan
program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna
menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang
dapat mengakses suatu sumber-daya.
Sistem operasi juga sering disebut resource
allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program
pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan
penggunaan komputer yang tidak perlu.
b. Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga
sasaran utama yaitu kenyamanan = membuat penggunaan komputer menjadi
lebih nyaman, efisien = penggunaan sumber-daya sistem komputer secara
efisien, serta mampu berevolusi artinya sistem operasi harus dibangun
sehingga memungkinkan dan memudahkan
pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem yang baru.
c.
Sejarah Sistem Operasi
Sistem operasi mengalami perkembangan yang
sangat pesat, dan dibagi kedalam empat generasi yaitu :
Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal
perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi
mekanik. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer
diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch
Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu
dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi
sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya
fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.
Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem
operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para
pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer,
maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna
sekaligus) dan multi-programming (melayani banyak program sekaligus).
Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini sistem operasi dipergunakan
untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer
yang saling terhubung satu sama lain.
d. Jenis-jenis Sistem operasi
Seperti telah disinggung di depan banyak
jenis sistem operasi yang bisa digunakan, antara lain : POSIX, UNIX, MS DOS, MS
Windows, LINUX, APPLE, dll. Dari sekian banyaksistem operasi ada sistem operasi
yang interface (kontak) dengan user (pengguna) yaitu menggunakan TEXT
(DOS, POSIX, LINUX), ada juga yang kontaknya dengan pengguna menggunakan GUI (Graphical
User Interface) seperti MS Windows dan LINUX (LINUX bisa berbasis TEXT dan
berbasis GUI).
Sistem operasi berbasis text artinya user
berinteraksi dengan sistem dengan perintah-perintah yang berupa text. Lain
halnya dengan sistem operasi berbasis GUI, pada sistem ini user dapat
berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar/ simbol-simbol, dan
tentu hal ini akan lebih memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Itulah
sebabnya mengapa sistem operasi yang berbasis GUI seringkali disebut “User
Friendly” .
Pada modul ini pembahasan akan terfokus
pada sistem operasi berbasis GUI dan akan dipilih MS Windows 98. Pemilihan ini
tentu mempunyai alasan, diantaranya telah digunakan secara luas di berbagai
kalangan, tanpa mensyaratkan komputer yang sangat canggih (minimal 486 atau 66
MHz), mudah dalam pengoperasiannya, kestabilan sistem cukup baik, serta mampu
mengcover perkembangan teknologi (hardware/software).
2.2 Melaksanakan Instalasi Software sesuai
installation Manual
Setelah Komputer selesai di rakit tahapan
berikutnya adalah menginstalasi sistem operasi. Sistem operasi yang akan
dipergunakan adalah sistem operasi Windows XP Profesional Sebagai persiapan maka siapkan CD
Instalasi Windows XP Profesional yang
lengkap dengan serialnya.
Untuk Instalasinya maka ikuti langkah berikut:
1.
Atur
Boot sequence pada BIOS dan CD ROM di tempatkan di posisi pertama.
2. Masukan CD Instalasi Windows
3. Lakukan booting ulang
4. Setelah
booting berhasil maka akan muncul tampilan dibawah ini, lalu tekan tombol
sembarang ( Space bar saja) sehingga
proses instalsi akan segera dimulai













